Wednesday, February 21, 2018

Gubernur Provinsi Jawa Tengah Minta Agar Calon Ivestor Jangan Diperas

Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo bicara keras agar tidak ada lagi yang mempersulit investor untuk menanam modal di provinsi dengan 35 kabupaten/kota ini.

Gubernur Provinsi Jawa Tengah

"Kalau orang mau berinvestasi jangan diperas, tapi berikan kemudahan-kemudahan karena yang akan mendapatkan keuntungan adalah masyarakat, bisa mengurangi pengangguran, dan mengentaskan kemiskinan," katanya di Semarang, Selasa.

Oleh karena itu ia meminta kepala daerah di 35 kabupaten/kota untuk bersikap ramah terhadap investasi di berbagai bidang sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ganjar menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo sangat tertarik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan hal itu ditunjukkan dengan adanya revisi sekitar 3.000 peraturan daerah yang berkaitan dengan perdagangan serta investasi.

Terkait dengan hal tersebut, seluruh daerah harus segera menyesuaikan karena perekonomian tingkat nasional tidak akan bisa tumbuh jika tidak ada dukungan dari daerah.

"Saya senang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,18 persen, sedangkan (pertumbuhan ekonomi) di Jateng 5,75 persen, artinya Jateng jauh lebih 'seksi'," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Ganjar mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Tengah disebut-sebut menjadi provinsi yang atraktif dalam menarik minat investasi.

"Kalau ini didorong oleh kabupaten/kota dengan (pemberian) kemudahan izin dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mudah, murah, serta cepat, kalau itu bisa dilakukan (hasilnya) 'jos'," katanya.

Baru-baru ini Pemprov Jateng memberikan penghargaan kepada enam kabupaten/kota yang dinilai sebagai daerah pro investasi.

Keenam daerah di Provinsi Jateng yang mendapat penghargaan pro investasi itu adalah Kota Semarang, Tegal, Kabupaten Semarang, Boyolali, Wonogiri, dan Kendal.

Seperti diketahui, Provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi yang sedang mengalami denyutan pembangunan infrastruktur cukup masif.

Tercatat beberapa pabrik semen yang cukup besar sedang dibangun di Jateng, yakni Semen Indonesia di Kabupaten Rembang dan Indocement di Kabupaten Pati.

Manager Corporate Social Responsibility and Security Division PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Sahat Panggabean menyatakan perusahaannya mendukung pembangunan infrastruktur Jawa Tengah lewat keberadaan pabrik semen di Kabupaten Pati.

"Kebijakan Gubernur Jateng untuk memperbesar investasi yang 'bermultiplier' tinggi juga sejalan dengan kami yang segera membangun pabrik semen dengan nama PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) ini.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, kata dia, ingin selalu memastikan komitmennya menerapkan teknologi ramah lingkungan dan konsisten menjalankan komitmen pengurangan emisi karbondioksida.

"Ini sejalan dengan visi pembangunan Indocement yang ramah lingkungan," ujarnya.

Pembangunan pabrik semen di Kabupaten Pati diperkirakan akan menyerap sekitar 1.650 tenaga kerja pada tahap konstruksi dan sekitar 3.000 tenaga kerja langsung serta tidak langsung pada tahap pengoperasian.

Ribuan tenaga kerja tersebut akan diambil dari Kabupaten Pati dan berbagai wilayah lain Provinsi Jawa Tengah. (ANTARA)


Sumber : jateng.tribunnews.com

Berita Ganjar Pranowo - Jika Temukan Ada Jual Beli Jabatan, Laporkan Saya!

Berita Ganjar Pranowo - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada masyarakat menyampaikan laporan jika menemukan adanya praktik jual beli jabatan.


Berita Ganjar Pranowo

"Jika menemukan adanya jual beli jabatan laporkan saja. Saya ingatkan sudah banyak kabupaten/kota yang diintip karena semua orang bisa cerita keluar dan itu bukan tidak didengar orang lain," katanya di Magelang, Senin (9/1/2017).

Ganjar mengatakan, hal tersebut setelah memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi yang dihadiri seluruh bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota se-Jateng di Hotel Atria, Kota Magelang.

Selain dihadiri bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota se-Jateng, hadir pula seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Jateng.

Ganjar mengatakan masing-masing bupati/wali kota se-Jateng untuk segera memperbaiki masing-masing. Kejadian operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kebumen dan Klaten untuk dijadikan pengalaman.

Menurut dia, pertemuan dilakukan pada bulan ini mengingat para kepala daerah belum sibuk menggunakan anggaran.

Pasca-kejadian OTT di Kebumen dan Klaten, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan seluruh kepala daerah dari 35 kabupaten/kota tersebut.

"Kejadian OTT di dua tempat, menurut saya kita malu. Akan segera kita konsolidasikan teman-teman, bagaimana sikapnya, ternyata dari sikap teman-teman luar biasa, berani blak-blakan. Ada beberapa titik penting harus diperbaiki," katanya.

Ganjar menyebutkan, ada dua hal yang perlu diperbaiki, yakni satu terkait sistem manajemen internal dan butuh keberanian dari seorang pemimpin. Keberanian tersebut bukan sekadar berani nekat, namun berani memberi contoh.

"Titik-titik yang rawan korupsi mereka sudah tahu. Nah ini judul saya, kita tobat sekarang, atau habis sekarang. Dari masukan-masukannya akhirnya bagus, ternyata pilihannya seperti tobat, tapi tobatnya tidak cukup dengan keputusan ini, tapi harus melibatkan DPRD, penegak hukum sehingga semuanya bisa berjalan dengan fair," katanya. (Antara)


Sumber : jateng.tribunnews.com

Ganjar Pranowo Cagub Jateng Memberikan Syarat Untuk Bisa Memimpin Jateng

"Pemimpin itu harus punya rasa dan nguwongke"
Adalah kalimat atau pesan yang diberikan oleh Parmuji kepada anaknya Ganjar Pranowo saat mengunjunginya di Kutoarjo Jawa Tengah. Pesan diberikannya saat Ganjar Pranowo menjenguk beliau dikarenakan sakit.

Ganjar Pranowo Cagub Jateng Memberikan Syarat Untuk Bisa Memimpin Jateng

Saya agak penasaran dengan kata " RASA" yang diberikan oleh sang ayah kepada Ganjar Pranowo. Ganjar Pranowo sendiri adalah salah satu calon Gubernur nomor urut 3 di Jawa Tengah. Sebagai obyek kajian ilmiah dll , filsafat  rasa (baca roso), yang merupakan inti budaya Jawa, adalah bagian utama dari pengetahuan lokal. Sebagai way of life,filsafat rasa berada meminjam istilah kebahasaan Chomsky (1965). Kemudian menelaah bagaimana filsafat rasa itu dirumuskan melalui puitika Jawa, dan akhirnya menyimak bagaimana filsafat rasa tersebut berfungsi sebagai roh yang menjiwai puitika Jawa, baik sebagai sastra tulis maupun sastra-pentas.

Karena kekayaan arti dari kata rasa beserta semua derivasinya di atas, tidak berlebihan jika orang Jawa mengatakan, Wong Jawa iku nggone rasa (Orang Jawa itu tempatnya rasa). Mereka yang tidak cukup memiliki rasa dikategorikan secara bertingkat - tingkat: mulai dari
ora duwe saru- siku (tidak punya rasa segan), ora duwe idhep isin (tidak punya rasa malu), sampai dengan rai gedheg (bermuka dinding). Orang Jawa sejati selalu memahami rasa dan berperilaku tanggap ing sasmita (tanggap terhadap isyarat-betapa pun lembutnya). Pujian terhadap ketajaman rasa terungkap dalam peribahasa Janma limpat seprapat tamat (Manusia yang tajam- rasanya, dengan seperempat isyarat, mampu memahami semuanya). Ketajaman dan kedalaman rasa juga dikaitkan dengan tingkat - tingkat kepribadian dan status sosial, yang diungkapkan melalui peribahasa Dhupak bujang, esem mantri, semu bupati (Tendangan bagi si pelayan, senyuman bagi si mantri, dan isyarat- lembut bagi sang  bupati). Maksudnya, semakin tinggi tingkat ke priyayian seorang Jawa, diharapkan semakin tajam dan dalam pula
rasa pangrasanya.

Karena pentingnya nilai rasadan sentralnya posisi serta peran filsafat rasa dalam budaya Jawa
Puncak dari filsafat rasa lazimnya diungkapkan sebagai manunggaling kawula Gusti atau pamoring kawula Gusti (yakni, bersatunya hamba dengan Tuhan). Dengan kata lain, filsafat rasa bersifat monistik dan pantheistik. Artinya, hamba dan Tuhan pada hakekatnya adalah satu; dan Tuhan adalah Dzat yang selalu hadir secara transenden dalam semua ciptaanNya.

Sebuah perincian tentang kata rasa panjang lebar bahkan tidak bisa diartikan secara lampang hadir dari  seorang pesiunan polisi. Hal ini menunjukkan bahwa ayah dari  Ganjar Pranowo cagub jateng, memegang teguh nilai-nilai luhur orang jawa dalam memberi pesan kepada anaknya yang akan berjuang di medan pertempuran yakni pilkada.

Dari pesan tersebut diambil hikmah bahwa sebagai pemimpin Jawa Tengah kelak Ganjar Pranowo diharapkan akan menjadi pemimpin yang berperilaku tanggap ing sasmita artinya tanggap kepada seluruh permasalahan yang dirasakan masyarakat dan menjadikan manusia menjadi manusia seutuhnya. Setelah memimpin Ganjar Pranowo diharapkan tidak kegedhen rumangsan seperti pemimpin lainnya.


ganjarpranowo.blogspot.co.id

Sekilas Profil Ganjar Pranowo

Sekilas Profil Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo Profil - H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP (lahir di Karanganyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968; umur 48 tahun) adalah Gubernur Jawa Tengah yang menjabat sejak 23 Agustus 2013. Sebelumnya, ia adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2004-2009 dan 2009-2013. Selain itu, ganjar juga menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) periode 2014-2019 berdasarkan Kongres KAGAMA November 2014 di Kendari.


Sumber : masganjar.id

Ternyata Ganjar Pranowo Cagub Jateng nomor 1 sedangkan saingannya

Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah (KPU Jateng) menggelar Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Pilkada Jawa Tengah 2018 di Gedung Rama Shinta, Semarang.  



Hasilnya, pasangan calon Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen mendapatkan nomor urut 1, sedangkan pasangan Sudirman Said- Ida Fauziah mendapat nomor urut dua.

Ternyata Ganjar Pranowo Cagub Jateng nomor 1 sedangkan saingannya


Setelah mengambil gulungan kertas tersebut, Ganjar Pranowo Cagub Jateng-Taj Yasin dan Sudirman-Ida sama-sama maju ke depan panggung, kemudian secara bersama-sama membuka gulungan kertas yang telah diambil sebelumnya.



Pembukaan nomor urut tersebut mendapat sambutan meriah dari masing-masing pendukung. Masing-masing pendukung calon kepala daerah sama-sama meneriakan yel-yel atau slogan dukungan.

Diantar Partai Pengusung, Ganjar Pranowo-Taj Yasin Resmi Daftar Pilkada Jateng


Calon Ganjar Pranowo Cagub Jateng, Ganjar Pranowo berjabat tangan dengan wakilnya Cawagub Taj Yasin saat mendaftar di KPUD Jateng, Semarang, Selasa (9/1). Pendaftaran paslon ini dilakukan di hari kedua waktu pendaftaran. (Liputan6.com/Gholib)

Masa kampanye akan dimulai tanggal 15 Februari. Namun, deklarasi kampanye damai akan dilaksanakan pada 18 Februari.

Dalam kampanye damai tersebut, pasangan calon akan dihadirkan di acara car free day dan jalan bersama di kawasan jalur protokol di Kota Semarang.

Dia menambahkan pasangan calon diwajibkan datang saat pengambilan nomor urut, tidak seperti tahap penetapan yang boleh diwakilkan. Pengambilan nomor urut sekaligus akan menyampaikan komitmen Pilkada Damai.

"Kita semua bertekad menyelenggarakan pilkada yang damai, aman, dan menyenangkan," kata Joko.

Sumber : Plimbi.com

Ganjar Pranowo dan Sudirman Said di Pilkada Jawa Tengah


"Pengalaman adalah guru terbaik." Demikian pepatah yang dipegang Calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menghadapi Pilkada Jateng 2018.
Pengalaman pilkada 2013, saat dirinya muncul di menit terakhir dengan hanya diusung PDIP dan popularitas serta ekektabilitas terendah, Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, muncul sebagai pemenang Pilgub Jateng melawan petahana Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmojo, yang dominan didukung partai.
Kali ini dalam pilkada 2018, peta berbalik, Ganjar menjadi petahana dengan dukungan dominan partai politik. Ada PDIP dan Partai Golkar, Nasdem, Demokrat dan PPP mengusung Ganjar.
Meskipun Pasangan Ganjar-Taj Yasin Maimoen mendapat dukungan parpol sangat dominan dibanding kubu lawan Sudirman Said-Ida Fauziyah, Ganjar tak menjadi sombong dan anggap sepele.
"Kalau di atas kertas dengan peta dukungan partai harusnya sudah selesai kita menang. Tapi kalau pemilunya satu orang datang ke TPS, ya tunggu dulu. Karena selera orang beda-beda," ucap Ganjar saat bertandang ke Redaksi Tribunnews.com, Selasa (20/2/2018).
Apalagi dia mengenang pengalaman Pilkada Jateng 2013, sebagai "kuda hitam" ia mampu mengalahkan petahana Bibit.

Ganjar Pranowo Pilkada Jawa Tengah

Bahkan Politikus PDIP ini mengaku pertarungan kali ini melawan bekas Menteri ESDM, jaun lebih berat dibanding periode 2013 lalu. Kenapa demikian?
"Karena saya tidak pernah menganggap enteng. Saya tidak akan pernah meremehkan. Siapapun. Karena meskipun di atas kertas dukungan partai mayoritas, tapi siapa yang bisa pastikan itu di bilik suara," ucap Ganjar Pranowo.
Artinya, dia menyadari, potensi kemenangan menurutnya, bisa diraih siapapun, bila kembali memakai cermin pilkada 2013 lalu.
Karena itu dia menilai, semua kekuatan harus berjalan bersama, yani mesin partai, dan aktornya serta kandidatnya bergerak, tunjukkan program-program prioritas yang telah dan akan dijakankan dengan dipadu data-data capaian petahana untuk menyakinkan masyarakat.

Ganjar Pranowo VS Sudirman Said di Pilkada Jawa Tengah

Bukan itu saja, kata Ganjar Pranowo. Ada pula warga yang lebih suka dirinya bernyanyi lagu "Bojo Galak" Via Valen, atau "jarang goyang" juga tak kalah banyak. Pun demikian yang hanya ingin selfie dengan Ganjar.
"Kalau dulu 2013, orang sukanya pak Ganjar nyanyi Metalica, kali ini mungkin lebih suka lagu Via Valen, dangdut, pengen ngobrol, selfie. Ini tergantung selera," kisahnya.
Selain itu, Ganjar pun mengunjungi pemuka-pemuka dan umat beragama di pondok pesantren, gereja, pure, kelenteng, dan candi.

Sumber : www.tribunnews.com

Ganjar Pranowo VS Sudirman Said di Pilkada Jawa Tengah


"Pengalaman adalah guru terbaik." Demikian pepatah yang dipegang Calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menghadapi Pilkada Jateng 2018.
Pengalaman pilkada 2013, saat dirinya muncul di menit terakhir dengan hanya diusung PDIP dan popularitas serta ekektabilitas terendah, Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, muncul sebagai pemenang Pilgub Jateng melawan petahana Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmojo, yang dominan didukung partai.
Kali ini dalam pilkada 2018, peta berbalik, Ganjar menjadi petahana dengan dukungan dominan partai politik. Ada PDIP dan Partai Golkar, Nasdem, Demokrat dan PPP mengusung Ganjar.
Meskipun Pasangan Ganjar-Taj Yasin Maimoen mendapat dukungan parpol sangat dominan dibanding kubu lawan Sudirman Said-Ida Fauziyah, Ganjar tak menjadi sombong dan anggap sepele.
"Kalau di atas kertas dengan peta dukungan partai harusnya sudah selesai kita menang. Tapi kalau pemilunya satu orang datang ke TPS, ya tunggu dulu. Karena selera orang beda-beda," ucap Ganjar saat bertandang ke Redaksi Tribunnews.com, Selasa (20/2/2018).
Apalagi dia mengenang pengalaman Pilkada Jateng 2013, sebagai "kuda hitam" ia mampu mengalahkan petahana Bibit.

Ganjar Pranowo Pilkada Jawa Tengah

Bahkan Politikus PDIP ini mengaku pertarungan kali ini melawan bekas Menteri ESDM, jaun lebih berat dibanding periode 2013 lalu. Kenapa demikian?
"Karena saya tidak pernah menganggap enteng. Saya tidak akan pernah meremehkan. Siapapun. Karena meskipun di atas kertas dukungan partai mayoritas, tapi siapa yang bisa pastikan itu di bilik suara," ucap Ganjar Pranowo.
Artinya, dia menyadari, potensi kemenangan menurutnya, bisa diraih siapapun, bila kembali memakai cermin pilkada 2013 lalu.
Karena itu dia menilai, semua kekuatan harus berjalan bersama, yani mesin partai, dan aktornya serta kandidatnya bergerak, tunjukkan program-program prioritas yang telah dan akan dijakankan dengan dipadu data-data capaian petahana untuk menyakinkan masyarakat.

Ganjar Pranowo VS Sudirman Said di Pilkada Jawa Tengah

Bukan itu saja, kata Ganjar Pranowo. Ada pula warga yang lebih suka dirinya bernyanyi lagu "Bojo Galak" Via Valen, atau "jarang goyang" juga tak kalah banyak. Pun demikian yang hanya ingin selfie dengan Ganjar.
"Kalau dulu 2013, orang sukanya pak Ganjar nyanyi Metalica, kali ini mungkin lebih suka lagu Via Valen, dangdut, pengen ngobrol, selfie. Ini tergantung selera," kisahnya.
Selain itu, Ganjar pun mengunjungi pemuka-pemuka dan umat beragama di pondok pesantren, gereja, pure, kelenteng, dan candi.

Sumber : www.tribunnews.com

Tuesday, February 20, 2018

Kunci Ganjar Pranowo Bisa Membagi Waktu Pekerjaan dan Keluarga


Beberapa kasus kekerasan yang terjadi dan melibatkan anak-anak baik sebagai korban ataupun pelaku menarik perhatian Ganjar Pranowo. Menurutnya, salah satu faktor penyebab adalah kurangnya kasih sayang.

Ketika menghadiri Pengajian Umum Mar’ah Sholihah di Masjid Baiturrahman beberapa waktu lalu, Ganjar berpesan agar anak-anak mendapatkan kasih sayang yang besar dari keluarga. Sebab kasih sayang keluarga bisa menjadi benteng para remaja dalam menghadapi kehidupannya.

Selain itu, berbagai kejadian yang memprihatinkan dan menyangkut para remaja ungkap Ganjar salah satunya bisa bermula dari smartphone yang tidak bisa difilter dengan baik oleh penggunanya. Melihat fakta-fakta menyeramkan yang ada, Gubernur Jawa Tengah Ganjar mengajak para orangtua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya.

“Kula mung ajeng titip dumateng Ibu Bapak sedanten. Amargi sing dhateng njawi sereme (seramnya) kados ngoten. Nek kita sedanten mboten rukun, putrane mboten digendong, mboten ditunggone, mboten disayang-sayang, mangke golek sayange dhateng njawi. Sayange kalih pil koplo, narkoba, miras,” pesannya.

Gubernur jawa Tengah berambut putih ini memang diketahui sangat memperhatikan pendidikan anak baik di sekolah ataupun di keluarga. Berbagai pesan moral selalu disampaikan dalam setiap kesempatan, tak hanya melalui para siswa, namun juga disampaikan pada orang tua. Hal itu dilakukan atas keprihatinan berbagai peristiwa yang terjadi saat ini.

Bukan hanya dengan memberikan wejangan, Ganjar juga memberikan teladan bagi para orang tua dalam memberikan kasih sayang pada putra putrinya. Menyempatkan mengambil rapor atau rapat di sekolah tempat putra semata wayangnya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar mengenyam pendidikan juga menjadi sebuah teladan yang ingin disampaikan.

Meski sibuk, Ganjar juga selalu menyempatkan diri mendengarkan cerita sang putra tentang kegiatannya. Selain itu tentunya menyempatkan waktu untuk berlibur bersama keluarga.

Selain pada orang tua, pesan serupa juga disampaikan Ganjar pada setiap kegiatan gubernur mengajar. Di setiap sekolah yang dikunjungi, Ganjar menyelipkan pesan-pesan pada pelajar agar menghindari lingkungan pergaulan negatif.

Seperti ketika mengajar di SMA N 1 Wangon Kabupaten Banyumas, Rabu (7/2/2018). Ganjar meminta pelajar untuk mengembangkan kegiatan dan hobi yang positif sebagai sarana menggapi cita-cita di masa depan

Ganjar selalu memberi contoh dari salah satu siswa sekolah setempat yang berprestasi. Seperti di SMA 1 Wangon ketika Ganjar meminta seorang siswa bernama Ambar Kasih bercerita pengalamannya menyabet juara satu Lomba Kader Kesehatan Remaja (LKKR) tingkat Kabupaten Banyumas.

Melihat aksi Ambar, Ganjar memberikan apresiasi dan memuji siswa yang bercita-cita masuk UGM ini. “Hebat ya temanmu. Pesan dari cerita ini bukan tentang juara, tapi bagaimana kita memotivasi diri untuk berani berjuang dan mengaktualisasi diri. Berani bersaing tidak,” kata Ganjar di hadapan para siswa.

Ganjar juga memberikan tips bagaimana menjadi siswa berprestasi. Kuncinya adalah belajar tak hanya di sekolah tapi juga di rumah. Karena pendidikan dalam keluarga sesungguhnya lebih dominan dalam menentukan pola pikir dan tumbuh kembang anak.

“Dengan penguasaan pengetahuan, attitude yang baik, dan semangat tinggi untuk berhasil, maka tidak ada yang tak mungkin,” tegasnya.

Gubernur Provinsi Jawa Tengah Pamit Cuti

Hari terakhir sebelum cuti mengikuti Pilgub Jateng 2018, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berpamitan dengan pejabat dan pegawai Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, Rabu (14/2) lalu. Ratusan masyarakat ikut hadir dan mengantarkan Ganjar bersama keluarganya keluar Puri Gedeh menuju rumah kontrakan di Jalan Tengger Selatan Nomor 1, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Gubernur Provinsi Jawa Tengah Pamit Cuti

Lebih dari lima ratus orang sudah berduyun-duyun datang ke Puri Gedeh sejak pukul 15.00. Selain masyarakat, tampak sejumlah pejabat seperti Sekda Sri Puryono, dan jajaran kepala dinas di lingkungan Pemprov Jateng. Acara semakin ramai dengan hiburan spontan musik akustik dan pembacaan puisi.

Ganjar Gubernur Provinsi Jawa Tengah keluar rumah bersama istri Siti Atiqoh Supriyanti dan puteranya Muhammad Zinedine Alam Ganjar pukul 17.00. Ia mengawali pidato pamit cutinya dengan membacakan puisi “Berpedomanlah Pada Cita-Cita” karya Soekarno.

Dalam pidatonya, Ganjar mengucapkan terimakasih pada Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko, pejabat, DPRD, dan Forkominda. Tak lupa pegawai pemprov yang selama ini melekat pada keseharian Ganjar menjalankan tugas gubernur. Seperti protokoler, Satpol PP, humas, pegawai TU Gubernur, hingga juru masak dan pegawai bagian kebersihan. “Terimakasih telah bersama saya dalam melayani rakyat selama hampir lima tahun ini,” katanya.

Ganjar sempat memaparkan sejumlah pekerjaan, program, dan prestasinya bersama Heru. Dari penilaian terbaik reformasi birokrasi, penghargaan KPK tiga tahun berturut-turut, listrik 24 jam di Karimunjawa, mulusnya jalan provinsi, kredit bunga rendah untuk UMKM, penurunan kemiskinan, pembangunan RTLH, penurunan angka kematian ibu dan bayi hingga pembangunan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

“Bandara Ngloram Blora dan Bandara Wirasaba menyusul dibangun. Semoga konektivitas antardaerah ini akan mengatasi kesenjangan ekonomi dan semakin menyejahterakan masyarakat,” katanya.

Meski banyak pencapaian yang berhasil, namun Ganjar mengaku tak luput dari salah. Ia mengaku masih banyak kekurangan dalam memimpin Jateng. “Manusia tentu tidak ada yang sempurna, saya meminta maaf atas kekurangan saya, kesalahan saya, dan banyak hal yang belum dapat saya lakukan. Ini adalah tanggung jawab saya dan semoga bisa terus bekerja untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Jawa Tengah,”  tegasnya.

Setelah menyalami seluruh tamu yang hadir, Ganjar mengambil beberapa barang untuk ia bawa menuju rumah kontrakan. Ia membawa sejumlah baju yang selama ini berada di mobil dinas. Dengan menenteng baju-baju, Ganjar diiringi istrinya menuju mobil pribadi.

Lagu Indonesia Tanah Air Beta dan Padamu Negeri bergaung mengiringi Ganjar menuju mobil. Ratusan warga bernyanyi sembari menyalami gubernur dan isteri.

Sumber : masganjar.id

Ini dia Nomor Urut Pilgub Jateng Ganjar Pranowo Satu dan Sudirman Said


Ganjar Pranowo Mendapatkan Nomor Urut Satu

Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah (KPU Jateng) menggelar Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Pilkada Jawa Tengah 2018 di Gedung Rama Shinta, Semarang.  

Hasilnya, pasangan calon Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen mendapatkan nomor urut 1, sedangkan pasangan Sudirman Said- Ida Fauziah mendapat nomor urut dua.

Ganjar Pranowo Nomor Urut Satu

Pengundian nomor urut dilakukan masing-masing calon gubernur, yaitu Ganjar Pranowo yang mengambil gulungan kertas diikat dengan pita di dalam sebuah kotak. Hal yang sama juga dilakukan Sudirman Said.

Ganjar Pranowo-Taj Yasin Mendapatkan Nomor Urut Satu

Setelah mengambil gulungan kertas tersebut, Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman-Ida sama-sama maju ke depan panggung, kemudian secara bersama-sama membuka gulungan kertas yang telah diambil sebelumnya.

Pembukaan nomor urut tersebut mendapat sambutan meriah dari masing-masing pendukung. Masing-masing pendukung calon kepala daerah sama-sama meneriakan yel-yel atau slogan dukungan.

Sumber : pilkada.liputan6.com